<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>anung purbowo</title>
	<atom:link href="http://anungpurbowo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anungpurbowo.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Apr 2009 06:20:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='anungpurbowo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>anung purbowo</title>
		<link>http://anungpurbowo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://anungpurbowo.wordpress.com/osd.xml" title="anung purbowo" />
	<atom:link rel='hub' href='http://anungpurbowo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SUTRADARA PROGRAM TELEVISI</title>
		<link>http://anungpurbowo.wordpress.com/2009/04/28/sutradara-program-televisi/</link>
		<comments>http://anungpurbowo.wordpress.com/2009/04/28/sutradara-program-televisi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 10:13:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anungpurbowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anungpurbowo.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[saya sedang mencoba nge-"blog", karena termotivasi oleh seorang teman yang aktif nulis, dan tulisannya bagus-bagus, setidaknya menurut saya. tulisan ini adalah makalah diskusi di kampus universitas mercubuana, fakultas ilmu komunikasi<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anungpurbowo.wordpress.com&amp;blog=3912265&amp;post=5&amp;subd=anungpurbowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><em><img class="alignleft size-full wp-image-22" title="the-pd-in-action" src="http://anungpurbowo.files.wordpress.com/2009/04/the-pd-in-action.jpg?w=278&#038;h=185" alt="the-pd-in-action" width="278" height="185" /></em></span></span><strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Terminologi Sutradara</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Salah satu yang menjadi tolak ukur keberhasilan sebuah tayangan program audio visual baik film maupun televisi adalah ketika program tersebut dikemas secara menarik, dan enak ditonton. kolaborasi dari aspek teknis, sinematografi dan isi pesan yang disampaikan dalam sebuah tayangan merupakan faktor penentu sebuah tayangan dikatakan menarik atau tidak. Sebetulnya siapa yang sangat berperan dalam menetukan hasil akhir sebuah program audio visual.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Dalam sebuah produksi program tayangan baik film maupun televisi peran sutradara begitu sangat dominan, karena menentukan hasil akhir baik secara artistik maupun teknis produksi program tayangan. Istilah Sutradara atau <em>Director</em> menurut kamus film diartikan sebagai <em>seseorang yang memegang tanggung jawab tertinggi terhadap aspek kreatif baik yang bersifat penafsiran maupun teknik pada pembuatan film. Disamping mengatur permainan dalam acteing dan dialog ia juga menetapkan posisi kamera, suara, prinsip penatacahayaan serta segala bumbu yang mempunyai efek dalam penciptaan film secara utuh </em>. Dari difinisi diatas dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup kerja seorang sutradara meliputi aspek teknis, artistik dan <em>content.</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><br />
</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;">Sutradara Televisi</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;">Istilah <em>Sutradara Televisi</em> mungkin tidak begitu populer bila dibanding dengan sutradara, dalam pengertian <em>Sutradara Film</em>. Dunia pertelevisian di negara barat umumnya menggunakan istilah <em>Program Director</em> atau <em>Television Director</em>, yang kemudian sering kali diterjemahkan dalam bahasa indonesia <span> </span>sebagai <em>Pengarah Acara Televisi</em> (pertama kali diperkenalkan oleh TVRI). </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;">Secara spesifik <em>Herbert Zettl</em>, seorang pakar dan pengamat televisi dari <em>san fransisco </em>mendefinisikan Sutradara Televisi sebagai <em>seseorang yang bertugas memberikan pengarahan kepada talent ( pemain atau pengisi acara ) dan ( pada masalah ) teknis operasional. Secara langsung bertanggungjawab memindahkan secara efektif yang tertulis dalam naskah dalam bentuk pesan-pesan audio visual. Dalam skala stasiun –tv- yang lebih kecil, sering kali juga bertindak sebagai producer. ( diambil dari Television Production Hanbook-6th ). </em>Industri pertelivisian kita mengenal sistem rekaman gambar visual dengan menggunakan <em>single camera</em> dan <em>multi camera</em>, yang kemudaian lazim kita sebut <em>ENG (Electrinic News Getring)</em> dan <em>EFP (Electronic Fild Production).</em> Kebutuhan artistik untuk <em>single camera</em> tentu saja berbeda dengan <em>multi camera</em>. Demikian juga untuk kebutuhan teknis lainnya, seperti penataan cahaya, penataan audio penataan gambar dan lain sebagainya. Sebagai contoh, untuk memproduksi program acara musik yang dilakukan di dalam studio, dengan menggunakan multi kamera, didukung tata suara dan tata lampu artistik, tentu akan berbeda cara penangannaya dengan produksi acara <em>reality show</em> yang menggunakan satu kamera dan dilakukan di luar ruangan. Seorang Sutradara Televisi idealnya harus menguasai kedua hal tersebut.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;"><br />
</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;">Suradara Televisi Dalam Produksi Program Acara</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;">Hasil akhir dari sebuah karya televisi merupakan kesimpulan dari tiga tingkat pekerjaan produksi yaitu Pra Produksi <em>( Pre Production )</em>, Produksi <em>( Production )</em> dan Paska Produksi <em>( Post Production )</em>. Ketiganya menyatu dan tidak boleh terlewatkan. Apabila salah satu tingkat pengerjaan produksi ini hilang atau belum selesai, tugas sang sutradara masih belum tuntas. Adapan tugas seorang Sutradara Televisi secara singkat dapat diuraikan sebagai berikut :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;">Pada saat Pra Produksi bersama-sama produser, script writer, dan tim kreatif lainnya, membahas mengenai isi program hingga perencanaan produksinya. Pada saat Produksi, memimpin jalanya proses pengambilan gambar dan suara, termasuk merancang konsep visual dan tata cahaya. Saat Paska Produksi mendampingi editor untuk menentukan hasil akhir sebuah tayangan.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IT">Hubungan Kerja Sutradara Televisi<span> </span></span></strong></span></span><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IT">Penyutradaraan Televisi Program <em>Reality Show</em></span></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;">Untuk mendukung hasil akhir yang sempurna maka seorang Sutradara televisi mutlak harus memiliki kemampuan berkordinasi dengan seluruh unsur pendukung produksi. <span> </span>Tim pendukung produksi ini merupakan kumpulan dari orang-orang yang mempunyai ketrampilan atau pengusaan terhadap bidang-bidang tertentu secara profesional, dan secara garis besar dapat dikatagorikan menjasi tiga yaitu : Tim Teknis, Tim Artistik dan Tim Penyusun Konsep. Tim Teknis misalnya : <em>Technical Director</em> (Pengarah Teknik), Kameraman, Lightingman, Audioman dan seterusnya, Tim Artistik<span> </span>misalnya : Set Designer, Make Up, wardrop dan sebagainya, sedangkan Tim Penyusun Konsep terdiri dari Creative Director, Script Writter hingga Produser. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><em><span style="font-family:Arial;" lang="IT">Reality show</span></em><span style="font-family:Arial;" lang="IT"> pada dasarnya merupakan bentuk program acara televisi yang mengandalkan adagan nyata atau <em>natural</em> dari semua tokoh beserta pendukung yang tampil dalam acara tersebut. Sutradara <em>Reality Show</em> relatif tidak bisa leluasa memberikan pengarahan kepada para tokoh yang terlibat. Untuk mencapai efek<span> </span>spontan dan natural tersebut<span> </span>sering kali proses pengambilan gambar dan suaranya dilakukan secara sembunyi-sembunyi, atau yang lazim kita sebut dengan istilah <em>candid camera </em>, walaupun dengan sistem ini kadang-kadang hasilnya tidak sempurna. Maka pada akhirnya yang diutamakan adalah pesan yang akan disampaikan seorang sutradara sampai pada pemirsa. Disinilah dituntut kejelian seorang Sutradara <em>Reality Show</em><span> </span>dalam menangkap momentum yang acapkali datang hanya satu kali. Pada acara yang menampilkan gambar-gambar dimana tim produksi mengikuti gerak-gerik sang tokoh, maka mekanisme produksi yang digunakan sama seperti pada saat memproduksi program liputan <em>investigasi</em> (penyelidikan). Sistem ini penekanannya lebih banyak kepada crew produksi yang terlibat untuk memiliki inisiatif, tanpa harus menunggu instruksi dari sutradara. Hasil akhir dari produksi program acara ini biasanya belum tentu sesuai dengan konsep naskah yang disusun sebelumya.</span></span><span style="font-family:Arial;" lang="IT"></span><span style="font-size:small;"><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IT">Sutradara <em>Reality Show</em></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;">Walaupun biasanya hasil akhir produksi program <em>Reality Show</em> tidak sesuai dengan konsep naskah yang telah disusun sebelumnya, namun sebaiknya prinsip-prinsip dasar tingkatan produksi tetap dijalankan. Berikut ini peran Sutradara <em>Reality Show</em> pada tiap tingkatan produksi :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;">Pra Produksi :</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;">Pada tahap awal sutradara bersama produser dan script writer menentukan tokoh yang terlibat, dengan menyeleksi calon tokoh sesuai dengan target produksi yang akan dilakukan. Kemudian menyusun rangkaian cerita yang akan diproduksi. Walaupun nantinya apa yang telah disusun dalam tahapan pra produksi ini bisa berubah sama sekali, namun <em>script</em> (naskah) tetap saja diperlukan sebagai panduan pada saat produksi berlangsung untuk menetukan <em>“benang merah”</em> cerita.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;">Produksi :</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;">Pada saat produksi seorang Sutradara <em>Reality Show</em> terlebih dahulu melakukan <em>breafing</em> kepada tim produksi yang terlibat, mengenai bloking kamera hingga strategi bagaimana kameraman yang bertugas dapat menangkap momentum kejadian/adegan yang berlangsung. Bila proses pengambilan gambarnya juga menggunakan kamera tersembunyi, <em>CCTV (Close Circuit Television),</em> sutradara melakukan <em>pointing</em> (peletakan posisi kamera) di tempat pengambilan gambar. Selanjutnya saat proses produksi dilakukan, sutradara mulai mengarahkan para crew yang bertugas, hingga target pengambilan gambar terpenuhi. Pada proses produksi ini dilakukan, biasanya banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan konsep naskah yang telah disusun sebelumnya. Maka dimungkinkan seorang sutradara malekukan perubahan jalan cerita yang terkadang, karena prinsip spontanitas dan naturalitas, adegan cerita<span> </span>yang dihasilkan sama sekali<span> </span>berbeda dengan konsep cerita awal. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;">Paska Produksi :</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;">Paska produksi biasanya identik dengan editing, pada proses inilah kemasan hasil akhir dari program di tentukan. Karena pada saat proses sebelumnya dimungkinkan melakukan perubana cerita, maka sebelum masuk ke proses editing seorang sutradara <em>Reality Show</em> melakukan <em>brain storming</em> ulang dengan seluruh tim produksi yang bertugas, termasuk script writer dan produser. Setelah disepakati jalan ceritanya, maka dilakukan editing. Dengan bantuan kreatifitas dan profesionalisme seorang video editor, sutradara merangkai shot dan suara yang telah direkam pada proses sebelumnya</span></span><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IT"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;">Kualifikasi Sutradara Televisi</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;">Terlepas dari format program televisi apapun yang diproduksi oleh seorang Sturadara, baik <em>news</em> maupun <em>entertainment</em>, media televisi adalah media hiburan. Sehingga apa yang disajikan melalui media tersebut harus memenuhi nilai artistik dan unsur keindahan. Karakter media televisi yang padat teknologi juga menjadi tuntutan bagi seorang sutradara televisi<span> </span>untuk menguasai berbagai peralatan pendukung produksi secara teknis. Maka dibutuhkan persyaratan-persyaratan tertentu untuk menjadi seorang Sutradara Televisi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;">Berikut ini pengetahuan dasar yang “idealnya” dimiliki seorang sutradara televisi</span></span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="square">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;" lang="NL"><span style="font-size:small;">Pengetahuan analisis dan penulisan naskah</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;" lang="NL"><span style="font-size:small;">Pengetahuan dasar tentang kamera video</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;" lang="NL"><span style="font-size:small;">Pengetahuan dasar tentang menggunaan video switcher</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;" lang="NL"><span style="font-size:small;">Pengetahuan tentang <em>screen direction</em></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;" lang="NL"><span style="font-size:small;">Pengetahuan dasar tentang audio broadcast </span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;" lang="NL"><span style="font-size:small;">Pengetahuan dasar tentang lighting video</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;" lang="NL"><span style="font-size:small;">Pengetahuan dasar editing</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;" lang="NL"><span style="font-size:small;">Pengetahuan dasar tentang equipment pendukung produksi yang lain</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;" lang="NL"><span style="font-size:small;">MAMPU MENGGABUNGKAN HAL TEKNIS dan SENI</span></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="NL"><span style="font-size:small;">Dengan kualifikasi seperti diatas maka memang tidak banyak orang yang bisa melakukan pekerjaan sebagai Sutradara Televisi. Selamat Belajar Menjadi Sutradara Televisi&#8230;.</span></span></p>
<p>(saya sedang mencoba nge-&#8221;blog&#8221;, karena termotivasi oleh seorang teman yang aktif nulis, dan tulisannya bagus-bagus, setidaknya menurut saya. Tulisan ini adalah makalah diskusi di kampus universitas mercubuana, fakultas ilmu komunikasi. Thanks San&#8230;)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anungpurbowo.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anungpurbowo.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anungpurbowo.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anungpurbowo.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anungpurbowo.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anungpurbowo.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anungpurbowo.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anungpurbowo.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anungpurbowo.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anungpurbowo.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anungpurbowo.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anungpurbowo.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anungpurbowo.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anungpurbowo.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anungpurbowo.wordpress.com&amp;blog=3912265&amp;post=5&amp;subd=anungpurbowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anungpurbowo.wordpress.com/2009/04/28/sutradara-program-televisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/06e9a1f2bc8c1965d45018e7e51b6da5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anungpurbowo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anungpurbowo.files.wordpress.com/2009/04/the-pd-in-action.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">the-pd-in-action</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
